Rabu, 31 Juli 2013

Jejak Sepatu Di Karpet


Sebuah Kisah Nyata...
Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki². Urusan
belanja, cucian, makan, kebersihan dan kerapihan rumah dapat
ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih dan
teratur dan suami serta anak²nya sangat menghargai
pengabdiannya itu. Cuma ada satu masalah, ibu yang pembersih
ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor.
Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara² melihat
jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan
berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki² di rumah, hal
ini mudah sekali terjadi dan menyiksanya. Atas saran keluarganya,
ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan
menceritakan masalahnya.
Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian,
Virginia Satir tersenyum dan berkata kepada sang ibu; ‘‘Ibu harap
tutup Mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan...!!!’’ *
(ibu itu kemudian menutup matanya.)* ‘‘Bayangkan rumah ibu
yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda,
tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu...???’’
Sambil tetap menutup Mata, senyum ibu itu merekah, mukanya
yang murung berubah cerah. ia tampak senang dengan bayangan
yang dilihatnya.
Virginia Satir melanjutkan; ‘‘Itu artinya tidak ada seorang pun di
rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak², tak terdengar gurau
canda dan tawa ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa
orang² yang ibu kasihi...!!!’’
Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung
menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang.
Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah
terjadi pada suami dan anak²nya.
‘‘Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu dan
kotoran disana, artinya suami dan anak² ibu ada di rumah, orang²
yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka
menghangatkan hati ibu...!!!’’
Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan
visualisasi tersebut.
‘‘Sekarang bukalah Mata ibu...!!!’’ *(ibu itu membuka matanya)*
‘‘Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat
ibu...???’’ *(ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.)*
‘‘Aku tahu maksud anda...!!!’’ *(ujar sang ibu)* ‘‘Jika Kita
melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif
dapat dilihat secara positif...!!!’’ *(lanjut sang ibu sambil
tersenyum)*
Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya
yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu di sana, ia tahu,
keluarga yang dikasihinya ada di rumah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar