Selasa, 23 Juli 2013

FPI Telah Jadikan Keramahan Ramadhan Menjadi Amarah di Bulan Ramadhan



1374206035530834662Jika kata-kata Gus Dur tersebut diolah lagi, maka menurut versi saya, akan menjadi Ramadhan Damai: Yang Tak Puasa Menghormati Yang Puasa - Yang Puasa Menghormati Yang Tak Puasa
Siapa sangka, Umat Islam yang sementara menjalankan ibadah puasa-berpuasa sejaka 9/10 Juli 2013 yang lalu, baru melewati seminggu, dengan damai, nikmat, ramah dikejutkan dengan amarah di bulan Ramadahan. Penyembabnya, bukan karena unsur di luar Islam-Muslim, melainkan orang-orang yang menyebut diri sebagai Front Pembela Islam; front yang berjuang - bekerja keras demi terciptanya kebaikan, ketenteraman, kesejahteraan umat.
Kemarin dan hari-hari sebelum kemarin, dengan perencaan yang cukup detail, FPI (dari berbagai tempat di Jateng) melakukan konvoi menuju Sukorejo Kendal (menurut FPI di situs voa-islam, mereka mau melakukan razia miras dan maksiat), serta dihadang oleh preman dan penguasa tempat maksiat.
Sukorejo Kendal [ada info menarik di wikipedia], yang kukenal sejak tahun 1979/1980 keika tinggal Semarang, memang merupakan pusat kegiatan ekonomi di Kendal. Praktis daerah/Kecamatan tersebut memang lebih ramai dan maju dari wilayah sekitar. Juga, Kendal terkesan Agamis dan nyaris tak bertemu dengan preman, maksiat, dan sejenisnya. Itu, memang 30an tahun yang lalu; apakah sekarang sudah berubah secara radikal, drastis, dan berbeda dengan ingatanku dari masa lalu!? Entah, …; sehingga mungkin saja FPI telah melihat perubahan yang menurut mereka sudah patut di razia.
Apa pun itu yang terjadi di Sukoreja Kendal, perubahan ke arah kemajuan atau berubah jadi mundur atau kemunduran, bukan alasan oleh mereka dari luar untuk melakukan paksaaan kehendak di Sukorejo Kendal, kemudian razia, merusak, atau pun melakukan tindak kekerasan dan anarkis lainnya.
1373987717623688309
capture from kompasiana.com/
Agaknya, kedatangan orang-orang luar (menurut media, mereka datang dari Temanggung, Semarang, Kudus Pati, Magelang, dan lain sebagainya) yang dengan arogan, unjuk kekuatan, konvoi, untuk menekan serta merusak kententraman Sukorejo Kendal (apalagi pas di Bulam Ramadhan), itulah yang menimbulkan aksi perlawan terhadap mereka (apalagi ditambah dengan tertabraknya warga Kendal, akibat ugal-ugalan mobil konvoi FPI).
Aksi-aksi FPI Cs itulah yang kemudian menjadikan Sokorejo Kendal, yang selama ini tanpa berita di media, menjadi tersuar kemana-mana. Selanjutnya, warga Sukoreja Kendal akan tercatat dalam sejarah sebagai mereka yang berani melawan FPI.
Mengapa FPI Cs lakukan hal tersebut …. !? Mungkin saja, FPI dan juga organisasi radikal yang sejenis, telah memperlihatkan wajah kekerasan atas nama agama, serta melupakan lambang-lambang pedamaian pada agama,
[Radikal bisa bermakna amat keras menuntut perubahan; perubahan kearah masa depan dan (kembali) ke masa lalu; radikalis, mereka yang berpikir - bertindak - berwawasan radikal. Lambang - citra - simbol - image adalah sesuatu yang menyatakan maksud atau makna tertentu; sekaligus penggambaran isi atau kandungan ada di dalamnya. Damai bisa bermakna tak ada atau tanpa permusuhan, sikon aman, tanpa takut dan ketakutan; perdamaian bisa juga bermakna adanya hubungan yang damai - aman tenteram dengan siapa pun].
Tak sedikit sepak terjang FPI yang memperlihatkan wajah menakutkan, serta merugikan banyak orang, serta membawa ketidaknyamanan hubungan antar umat beragama di negeri ini,  namun mereka dibiarkan ada oleh negara.  Agaknya, umat beragama, khususnya (setiap) Umat Islam (yang menolak sepak terjang FPI) dan pemerintah, perlu kerja (lebih) keras untuk mengkapanyekan - tampilkan wajah Islam yang penuh teduh dan keteduhan, damai dan perdamaaian; ramah dan keramahan; serta, damai sejahtera, bersahabat, toleran, dan seterusnya.
Sayang dan teramat disayangkan FPI Telah Jadikan Keramahan Ramadhan Menjadi Amarah di Bulan Ramadhan

source : http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/07/19/fpi-telah-jadikan-keramahan-ramadhan-menjadi-amarah-di-bulan-ramadhan--578132.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar