Minggu, 21 Juli 2013

HILANGNYA AMALAN SEORANG AHLI IBADAH

Dikisahkan pada masa lampau ada seorang ahli ibadah yang selalu bertaqarrub kepada Allah, membuat ia selalu mendapat perlindungan-Nya. Kemana saja pergi ia selalu ditutupi oleh awan hingga badannya tidak terkena panas matahari.

Pada suatu hari ketika si ‘abid ini sedang mengadakan suatu perjalanan, seorang pelacur melihatnya, lalu dalam hati pelacur ini tumbuh perasaan halusnya. Ia mendekati hamba Allah yang taat ini, dengan harapan ia mendapatkan rahmat Allah.

Ketika pelacur ini mendekat kepadanya, tiba-tiba saja ahli ibadah ini rnenjadi jijik, dan mengusir pelacur itu dengan kata-kata yang menyakitkan. Peristiwa itu dikisahkan dari peristiwa ahli ibadah Bani Israil. Nabi Muhammad saw menerima wahyu dari Allah swt tentang peristiwa ini, menyebut bahwa Allah swt telah mengampuni dosa pelacur tersebut dan membatalkan amal ibadah si 'abid itu.

Peristiwa ini telah mernberi i’tibar kepada manusia, agar janganlah mereka mencampurkan kemurnian ibadah kepada Allah dengan perasaan atau tindakan yang berakibat musnahnya amal ibadat mereka sendiri. Perbuatan seperti riya’, angkuh, bangga, meremehkan sesama manusia, menyakitkan hati sesama hamba, karena merasa dekat dengan Allah, adalah perbuatan yang bisa merusak amal ibadah si 'abid itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar