Senin, 08 Juli 2013

SUMATRA, TAPAK KAKI RAKSASA

TAPAK KAKI RAKSASA
Oleh : Zainal Wong Wongan

Ada banyak Kitab Tafsir yang membicarakan Sarondib/ Serendib ini, dan sementara pendapat yang berkembang diantara para pakar dan sejarah mengarah ke sebuah gunung puncak bukit Sri Pada di Sri Lanka, di sana terdapat situs tapak kaki raksasa yang diyakini sebagai bukti jejak suci kaki Budha dalam keyakinan Ummat Budha. disebut Sri Pada dengan arti “Tapak Suci” juga diyakini oleh Ummat Hindu sebagai jejak kaki Syiwa, dan setelah Kristen dan Yahudi mengetahuainya, dianggap sebagai tapak kakek kita Nabiyuullah Adam عليه السلام 
Spekulasi yang lain dengan mengacu kepada ejaan Sarondib dalam kabar bahasa Arab, ternyata mengarah pada kalimat serapan dari bahasa sansekerta Swarna Dwipa yang sekarang telah terkenal dengan sebutan SUMATRA.
Seperti biasa, ToniBoster selaku Pendobos Ulung juga tidak akan kalah ndobosnya dengan spekulasi para pakar lainnya, tetap mengacu pada slah satu definisi yang ditetapkan oleh para Mufassir, antara lain Dalam Tafsir Ruhul bayan disebutkan:

ولما هبطوا وقع آدم بأرض الهند على جبل سرنديب ولذلك طابت رائحة أشجار تلك الأودية لما معه من ريح الجنة

“Dan ketika mereka diturunkan (ada riwayat yang diturunkan termasuk juga Ular dan Jin) Nabi Adam jatuh di bumi hindi di atas Gunung Sarondib, oleh karena itu, tumbuh tumbuhan di sekitar lereng itu menjadi wangi, karena wangi surga menyertainya (Adam)"

Disamping dengan alasan serapan bahasa diatas, ternyata penjelasan yang lain adalah seperti yang anda lihat, bahwa disekeliling Sarondib terdapat tanaman wangi wangian akibat efek wangi yang dibawa oleh Nabi Adam dari Surga, dan kita melihat kenyataan bahwa tanaman Kenanga salah satu jenis tanmn wewangian adalh sudah ditetapkan sebagai flora identitas Sumatra, khususnya Sumatera utara.

Dan ternyata masih banyak lagi tanman beraura wangi dari sumatera ini yang telah diakui dunia, seperti Barus, Cendana, Akar Wangi dan gharu juga tumbuh subur disana, bahkan telah menjadi komiditi yang menyebar kepenjuru dunia sejak zaman kuno.

Dalam data yang lain disebutkan bahwa tempat turunnya Nabi Adam adalah bukit yang memancarkan emas, dan hanya ada dua kemungkinan keyword emas ini, yaitu satu mengarah ke gunung di papua yang dalam keyakinan suku Dani yang menjadikan gunung tersebut sama seperti kiblat Ummat Islam di Makkah dan sesakral tembok ratapan kaum Yahudi, ialah Gunung Graceburg yang sekarang telah musnah dikeruk PT Freepot (kasihan sekali Suku Dani ya, Kiblatnya dijual pemerintah dengan harga murah?).

Yang kedua adalah sudah maklum bahwa dinamakan Swarna Dwipa dengan arti Pulau Emas, dan memang Emas di bukit barisan dan sekitarnya sangatlah melimpah, bahkan dalam salah satu sumber, nabi Sulaiman ketika membangun Istananya juga membeli Emas dari Swarna Dwipa ini.

Arab dan Nusantara ternyata punya keterkaitan yang erat dalam sejarahnya, mari kita sama sam mengucapkan Hidup NUSANTARA!!!!!

Salam Kejut ToniBoster.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar