Senin, 30 September 2013

Musuh Terbesar Buaya Caiman: Pisang


Pisang membuat caiman yang hidup dekat perkebunannya, mengecil lebih cepat. Apa penyebabnya?

caiman,buayaBuaya caiman. (Thinkstock)
Pisang menjadi komoditi besar di Kosta Rika dan mendatangkan keuntungan ratusan juta dolar tiap tahunnya. Namun, berkembangnya usaha buah berwarna kuning terang ini bisa menjadi bencana bagi buaya caiman.
Riset yang tertuang dalam Environmental Toxicology and Chemistry menyatakan bahwa buaya caiman (Caiman crocodilus) yang hidup di dekat perkebunan pisang, mengecil lebih cepat serta memiliki kandungan pestisida tinggi dalam darahnya dibanding buaya caiman di lokasi terpencil.
"Binatang ini jadi amat sangat kecil, sekitar 50 persen lebih kecil dari mereka yang berada jauh dari perkebunan," kata pendamping penulis, Peter Ross, seorang pakar ekotoksologi dan pendamping profesor di University of Victoria, British Columbia.
Namun, belum jelas apakah pestisida ini langsung meracuni para caiman. Atau pestisida itu masuk ke tubuh mereka secara tidak sengaja melalui sumber makanan yang terpapar. Meski demikian, Ross dan koleganya berpendapat, caiman terkena dampak pestisida berkat makanan.
Sebab, semua pestisida yang terdeteksi merupakan insektisida, maka bahan kimia yang ada di dalamnya pastilah menyebar ke rantai makanan terbawah. Ini akan memengaruhi ikan yang memakan serangga, menyebabkan caiman harus mencari sumber makanan lebih jauh agar bisa mengasup ikan-ikan yang tersisa.
Rahmat pisang
Kosta Rika menjadi lokasi utama produksi pisang mengingat lahannya yang hangat, curah hujan yang cukup, dan tanah yang baik. Buah ini juga berperan sebagai salah satu kunci ekspor dengan menghasilkan dua juta ton pisang pada 2011 dan keuntungan lebih dari US$700 juta.
Sebanding dengan tingginya permintaan buah ini, demikian juga dengan penggunaan pestisida. Dalam dua dekade terakhir, penggunannya di Amerika Tengah meningkat dua kali lipat. Kosta Rika malah menduduki peringkat dua di dunia dalam penggunaan intensitas pestisida.
Khusus untuk pisang, buah yang miskin keanekaragaman genetika untuk melawan hama, menerima dosis besar pestisida dibanding tumbuhan lain di dunia. Selain itu, kurangnya infrastruktur dan penegakan hukum, ikut membantu penyebaran kontaminasi ini.
Curah hujan akhirnya membawa pestisida dari perkebunan pisang ke jalur air terdekat. Di timur laut Kosta Rika, bahan kimia dari perkebunan pisang nampak mengalir dari Sungai Rio Suerte ke Area Konsverasi Tortuguero --salah satu alam liar terpenting di negara itu.
Area ini menyediakan habitat bagi banyak organisme yang masuk dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), termasuk buaya caiman.
(Allie Wilkinson)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar