Selasa, 08 Juli 2014

The Power of Positive Feeling

Sahabat sekalian kalau kita mempelajari ilmu pengetahuan modern dengan hati (-hati) maka kita akan dapati suatu penjelasan bahwa ‘hanya’ dengan benar-benar menyadari  kekuasaan Tuhan Yang Mahasegalanya, maka segalanya -termasuk keajaiban- menjadi mungkin. Itulah yang dalam bahasa Al Qur’an ” Jikalau Alloh menghendaki  cukup Dia mengatakan Kun Fayakun“.

The Power of Feeling atau Kekuatan Perasaan positif yang memandu kita agar selalu mampu merujuk ke dalam ‘Kalbu’ adalah Konsep Revolusioner  ilmiyah yang diaminkan pakar pengetahuan modern. Tidak kurang seorang  Amit Goswami Ph.D, bersama Richard Reed dan Maggie Goswami dalam bukunya “Self-Aware Universe: How Consciousness Creates The Material World”  mengatakan  :   “Ilmu pengetahuan modern akhirnya sepakat dengan pandangan spiritual yang menyatakan bahwa kesadaran (yang tak tampak Al Gha-ib) adalah penyebab dari semua ciptaan (yang tampak)”.
Dinyatakan dan ditemukan bahwa perasaan hati ( baca Kalbu) sungguh lebih cepat kerjanya dalam mengatasi permasalahan hidup dan pencapaian tujuan dibandingkan dengan akal pikiran semata. Bukti ilmiyah menunjukkan bahwa bekerja dengan hati ternyata kita memanfaatkan lebih banyak sumber daya diri (inner resources) dibanding dengan hanya menggunakan otot dan otak semata.
Perlu diingat bahwa kecerdasan hati itu mudah dan bersifat memudahkan sebab ia dekat dengan kedamaian dan ketenangan. Sementara kecerdasan pikiran itu gampang terperosok menjadi ego yang sering menyulitkan, sebab pikiran seringkali penampilannya penuh kosmetika argumentasi data namun kerap membuat kita lalai menengok hati yang dihiasi dengan rasa.
Tetapi kalau kita terampil membedakan sifat-sifat hati yang bening (Qolbun Salim)dengan sifat-sifat pikiran egois, insyaAllah bisa menjadi alat ukur kita untuk tetap berada di jalur Kebenaran.
Ego gemar memperdebatkan, Hati senang memahami
Ego gemar memisahkan, Hati senang menyatukan
Ego gemar mempermasalahkan, Hati senang memaafkan 
Ego gemar merasa kurang, Hati senang merasa cukup 
Ego gemar menajamkan perbedaa, Hati senang kebersamaan
Ego suka tergesa-gesa, Hati senang berhati-hati
Ego gemar ‘yang penting menang’, Hati senang ‘mengalah untuk menang’
Ego suka caranya sendiri (jawa: sak karepe dewe), Hati senang berserah diri
 So….Mari bersihkan hati dan Bekerja dengan Hati (Kalbu)
Source : http://trainerspiritual.wordpress.com/2012/10/24/the-power-of-positive-feeling/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar