Selasa, 22 Juli 2014

10 Jurus Ampuh Warisan Rosul

Penasaran... Perlu dibaca nih artikel...
Tanbihun.com- Manusia selalu berusaha dengan berbagai macam cara untuk melindungi dirinya dari  ganguan dan kejahatan orang lain. Banyak cara yang di tempuh dan jalan yang di lalui  untuk tujuan ini.
Sejak zaman dahulu dalam duniapersilatan  telah kita dengar berbagai macam nama  ilmu kesaktian. Kalau dulu anda pernah  mengikuti sandiwara Saur sepuh tentu anda akan kenal pada Ajian serat jiwa dan Lampah umpuh ilmu pamungkas raja  Madangkara Brama kumbara
 Di zaman rudal dan senjata muttakhir  sekarang ini pun masih banyak orang yang  mengejar ilmu kesaktian semacam ini, dengan berbagai macam tujuan dan  alasan. Untuk menjaga diri,
agar tekenal  sebagai jawara, atau mungkin seorang  ustadz atau dai’ mempelajarinya agar  da’waknya lancar karena dapat  mengalahkan atau paling tidak melindungin diri dari kejahatan orang yang tidak senang  pada kebaikan.
 Perlu juga kita ketahui, ilmu kadikjayaan ini  ada dua sumber yang berbeda, biasa  dikenal dengan sebutan ilmu hitam dan ilmu  putih. Ilmu putih adalah kesaktian yang diperoleh dengan amalan tertentu yang tidak bertentangan dengan syariat islam,  sedangkang ilmu hitam adalah  kebalikannya kesaktian itu diperoleh dengan malakukan suatu amalan yang  dilarang Allah. Dalam tulisan ini saya ingin menujukkan kepada pembaca pada suatu kesaktian luar biasa  sangat penting untuk kita miliki, hususnya  yang berkecimpung dalam dunia da’wah.

Ilmu ini adalah ilmu kebal yang diajarkan  dan diwariskan Rasulullah SAW kepada sahabat-sahabatnya.

Yang saya maksud dengan ilmu kebal disini  bukan kita tidak mempan disabet pedang,  atau tidak bisa ditembus oleh peluru. Ilmu  kebal tingkat tinggi yang diajarkan  Rasulullah SAW adalah kekebalan hati. Orang yang menguasai ilmu ini tidak akan  mudah sakit hati, tidak gampang tersulut  kemarahannya, tidak gampang termakan  hasutan orang, jauh dari dengki dan hasud  sehingga hidupnya terasa benar-benar tentram. Rasulullah sangat pemaaf, tidak mudah  merasa sakit hati walaupun diperlakukan dengan perbuatan yang sangat  menyakitkan sekalipun. Beliau dicaci dihina  disakiti tetapi dengan mudahnya beliau  melupakan itu semua.
Diriwayatkan bahwa Rasulullah setiap kali  pulang dari masjid Beliau diludahi oleh  seorang kafir, suatu hari Raulullah SAW  tidak mendapati orang tersebut, ketika  Rasulullah mengetahui orang itu ternyata  sakit beliau bergegas untuk menjenguknya, dan sebab itulah orang tersebut masuk islam. Dalam perjalanan da’wah ke Thaif pun  tidak kalah pedihnya cobaan yang  Rasulullah SAW hadapi, Rasulullah SAW  ditolak oleh pemimpin Tsaqiif bahkan beliau  dilempari batu oleh budak-budak dan orang-orang bodoh dari mereka sehingga  kedua kakinya berlumuran darah.  Ketika malaikat Jibril menawarkan untuk  membinasakan mereka Rasulullah SAW  menolak bahkan Rasulullah SAW mendoakan mereka agar mendapat pengampunan Allah.
Bukankah kita sering kali merasa sakit hati, tersinggung dan kecewa hanya karena hal  sepele?  Keadaan seperti ini membuat kita mudah  marah, menyimpan kebencian dan dendam pada orang yang ada disekitar  kita. Padahal perasaan seperti itu kalau dibiarkan akan mengganggu kesehatan  jasmani juga, seperti penyakit darah tinggi,  jantung da lain-lain. kalau begitu kiranya  anda sangat perlu untuk mendalami jurus- jurus sakti ini.  Apakah sepuluh jurus itu, dan bagaimana  kita mengusainya? Jurus-jurus itu adalah  ayat-ayat al-quran dan hadis-hadis  Rasulullah SAW. Cara mendapatkan  kekebalan itu adalah dengan memahami, menghayati dan berusaha mencontoh rasulullah SAW dalam mengamalkannya.  Orang yang dapat mengusai jurus-jurus ini  dengan sempurna bukan saja ia akan sakti  di dunia, namun diakhiratpun dia dianggap  sebagai jawara yang telah dapat mengalahkan hawa nafsunya. Ia akan  mendapat pahala yang besar dan kemulian  ari Allah SWT.

Jurus pertama : Menahan Marah

Jurus ini mengingatkan kita untuk dapat  menahan amarah. Allah berfirman:

وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Artinya : Dan orang-orang yang menahan  amarahnya dan memaafkan( kesalahan)  orang lain. Dan Allah mencintai orang-  orang yang berbat kebajikan.(Ali Imran:  134)

Jurus kedua : Akhlaq Paling Utama

Jurus ini mengingatkan kita untuk dapat meraih ahlaq paing utama. Rasulullah SAW  bersabda :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : يا عقبة ألا أخبرك بأفضل أخلاق أهل الدنيا وأهل الآخرة تصل من قطعك وتعطى من حرمك وتعفو عمن ظلمك . جامع الأحاديث – (ج 37 / ص 309)

 Artinya :  Wahai Uqbah  tidakkah aku memberitahumu akan ahlaq  paling utama bagi penghuni dunia dan akhirat ? Engkau menyambung hubungan  terhadap orang yang memutus hubungan  denganmu, engkau memberi orang yang tidak mau memberimu, dan engkau  memaafkan orang yang mendzalimimu. (jami’ul hadis juz 37, hal : 309)

Jurus ketiga : Memaafkan

Jurus ini mengingatkan kita untuk mudah  memafkan.

فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ [الحجر/85]

Artinya : Maka maafkanlah dengan cara  yang baik.(QS: Al-Hijr: 85)

Jurus keempat : Ampunan Allah

 Jurus ini mengingatkan kita agar mendapat  ampunan Allah.


وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ [النور/22

Artinya : dan hendaklah mereka memafkan  dan berlapang dada. Apakah kamu tidak  suka bahwa Allah megampunimu? Dan  Allah Maha pengampun lagi maha  Penyayang.(QS: An-Nur: 22)

Jurus kelima: Sabar

Jurus ini mengingatkan kita agar bersifat  sabar. Allah berfirman :

وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ [الشورى/43

Artinya: Barang siapa yang bersabar dan  memaafkan, sesungguhnya yang demikian  itu termasuk perbuatan yang mulia. (QS: As-  Syuraa: 43)

Jurus keenam : Wasiat Nabi

Jurus ini mengingatkan kita pada sebuah wasiat Baginda nabi SAW. Rasulullah SAW bersabda :


عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رجلا قال للنبي صلى الله عليه وسلم : أوصني قال : لا تغضب ، فردد مرارا فقال لا تغضب . رواه البخاري

Artinya : Dari Abu Hurairah ra. Bahwa ada  seorang berkata kepada Nabi SAW : “Berilah aku  wasiat” Nabi berkata : “Janganlah egkau  marah”. Orang itu mengulagi berkali-kali  permintaannya, nabipun berkata : “janganlah engkau marah”. HR. Imam  Buhori.

Jurus ketujuh : Lemah lembut

Jurus ini mengingatkan kita akan  kehebatan sikap lemah lembut. Rasulullah  SAW bersabda :

عن عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن الرفق لا يكون في شيء إلا زانه ولا ينزع من شيء إلا شانه . رواه مسلم

Artinya : dari Sayyidah A’isyah ra. Ia  berkata: rasulullah SAW bersabda:  Sesungguhnya lemah  lembut tidaklah berada pada suatu apapun  kecuali akan menhiasinya, dan tidaklah  dicabut sifat lemah lembut itu dari sesuatu kecuali akan menjadikannya buruk. HR. Imam Muslim.

Jurus kedelapan : Kekuatan inti

Jurus ini mengingatkan kita bahwa  kekuatan yang sesungguhnya adalah  menahan amarah. Rasulullah SAW bersabda :

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال ، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ليس الشديد بالصرعة ، إنما الشديد الذي يملك نفسه عند الغضب . متفق عليه

Artinya : dari Abu Hurairah ra. Bahwa  rAsulullah SAW bersabda: Tidaklah  kekuatan itu dengan menag dalam bergulat, akan tetapi orang yang kuat  adalah orang yang dapat menahan  amarahnya ketika ia marah. HR. Imam Bukhari Muslim.

Jurus kesembilan : Ihtimalul adza

Jurus ini mengingatkan kita bahwa ihtimalul  adza (bersabar atas keburukan orang)  adalah pembuka pertolongan Allah. Rasulullah SAW bersabda :

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : أن رجلا قال يا رسول الله ، إن لي قرابة أصلهم ويقطعونني ، وأحسن إليهم ويسيئون إلي ، وأحلمعنهم ويجهلون علي ، فقال : لئن كنت كما قلت كأنما تسفهم المل ، ولا يزال معك من الله ظهير عليهم ما دمت على ذلك . رواه مسلم

Dari Abu Hurairah ra. Bahwa seorang  berkata kepada rasulullah SAW:  “Sesungguhnya aku mempunyai kerabat,  aku selalu menyambung hubungan baik  dengan mereka tetapi mereka selalu  memutuskannya, aku berbuat baik akan tetapi mereka membalasnya dengan  keburukan, aku berlaku bijak akan tetapi  mereka berlaku bodoh. Rasulullah SAW  kemudian bersabda: Bila keadaannya  seperti yang engkau katakan, mereka itu  seperti meminum abu yang panas, dan senantiasa Allah akan memberikan  pertolongan kepadamu selama kamu  dalam keadaan demikian itu. ( HR Imam Muslim)

Jurus kesepuluh : Do’a pamungkas

Mendoakan orang yang mendholimi dan menyakiti kita dengan doa yang baik  adalah suatu yang luar bisa, seperti yang  dilakukan rasulullah SAW terhadap  penduduk Taif. Orang tidak akan dapat  mendoakan orang yang menyakitinya  dengan doa’ yang baik kecuali orang yang berhati mulia, dan itulah salah satu cirri-ciri  penghuni surga.
Itulah  KESEPULUH JURUS KEKEBALAN  tersebut, jikalau anda  tidak setuju dengan penamaannya dengan judul diatas, silahkan anda memeberinya nama dengan nama apa saja yang anda  sukai tapi saya yakin andapun sependapat  dengan saya inilah akhlaq yang diajarkan  rasulullah SAW untuk melatih kekuatan hati.
Hafalkanlah kesepuluh jurus ini dengan baik  pahami dan hayati ma’nanya dalam-dalam. Cobalah disaat anda merasa disakiti orang,  hadirkan jurus-jurus ini satu demi satu, ajak  hati anda untuk memahami menghayatidan membayangkan keagungan Ahlaq  Rasulullah SAW, katakan pada hati anda  bahwa Rasulullah SAW adalah suri tauladan bagi orang yang menginginkan  kebahagiaan dunia dan akhirat yang  dijanjikan Allah. Semoga dengan demikian  kita tidak akan mudah merasa sakit hati.
Selamat mencoba…!

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Sumber: Abi Tama

Source :http://tanbihun.com/kajian/al-quran/10-jurus-ampuh-warisan-rasulullah-saw/#.U88te8FXMsc

Tidak ada komentar:

Posting Komentar