Kamis, 09 Januari 2014

Beda Tipis PERCAYA DIRI dengan TAK TAHU DIRI

Di Gresik, tepatnya Sidayu, ada sebuah lembaga keagamaan yang fokus pada aspek mengkritisi ulang (kemudian secara gegabah menyalahkan) segala amaliah Ahlussunnah wal Jamaah. Lembaga ini punya majalah juga. Dan, salah satu ustadz-nya pernah menulis di blog bahwa kitab Ihya Ulumiddin merupakan sumber kesesatan.

Dalam ranah akademis, mengkritisi sebuah karya merupakan kelaziman, tetapi menjustifikasi bahkan memvonis sebuah karya secara tendensius itu perkara lain.

Demikianlah, sungguh lucu manakala seorang "ustadz" secara gegabah mem-VONIS magnum opus-nya Hujjatul Islam (ini sebuah gelar prestisius) dengan tuduhan sarkartik.

Fenomena ini, saya kira, sama persis dengan celometan striker kelas tarkam yang mandul gol lagi sepi job, kemudian dengan congkak memvonis "gol-gol" Lionel Messi sebagai "gol kebetulan yang tak bermutu".

Akhirnya, aduhai kisanak yang berbahagia, sungguh tipis selaput yang membatasi PERCAYA DIRI dengan TAK TAHU DIRI! Kuharap kita semua sadar kualitas diri, kisanak!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar