Kamis, 23 Januari 2014

5 Tempat Wisata Dengan Mitos Putus Cinta


tanjakan cinta
Kebanyakan wisata di Indonesia memang memiliki legenda, asal usul atau ada juga yang memiliki beberapa mitos. Diantaranya terkenal dengan mitos putus cintanya, bisa dibilang jika kita berkunjung ke tempat tersebut dengan pasangan kita, maka hubungan kita dan pasangan tidak akan langgeng dan akan segera berakhir. Beberapa hanya mitos, tapi banyak juga yang percaya kalau hal itu benar melihat fakta-fakta yang terjadi.
Beberapa tempat wisata ini memiliki mitos-mitos putus cinta yang menarik untuk dikunjungi
1. Tanjakan Cinta, Semeru
Bagi siapapun yang pernah mendaki gunung Semeru, pasti pernah mendengar tanjakan cinta ini. Tanjakan cinta ini berada di jalur pendakian bagian barat Ranu Kumbolo menuju puncak Mahameru. Mitos ini bermula pada sebuah cerita, ada sepasang kekasih yang hendak menuju puncak Mahameru melalui jalur ini. Ketika si pria sudah sampai diatas tanjakan ini, ternyata kekasihnya tertinggal di belakang dan terlalu letih untuk melanjutkan perjalanannya, hingga akhirnya aia terguling dan meninggal.
Sejak saat itu muncul mitos “Barang siapa yang bisa terus berjalan tanpa henti hingga di atas bukit dan tanpa menoleh ke belakang. Jika sedang pacaran, maka akan berakhir bahagia. Bila berhenti di tengah-tengah, maka hubungan itu akan putus”.
2. Jembatan Merah, Kebun Raya Bogor
Kebun Raya Bogor memang terkenal dengan mitos cintanya. Selain ada pohon cinta yang bisa buat langgeng, di Kebun Raya Bogor ada juga tempat yang bisa buat putus. Namanya adalah Jembatan Merah.
Jembatan ini dibangun oleh seorang arsitek Belanda, Mr Motmann, bersama Saripin untuk melintasi Sungai Cipakancilan pada tahun 1881. Setelah selesai, jembatan lengkap dengan lampu-lampu gas tersebut dilumuri cat warna merah bata, dari sinilah sebutan Jembatan Merah diambil.
Tahun 1945 di masa perjuangan kemerdekaan, jembatan ini dipenuhi mayat-mayat pejuang. Ketika darah dari para pahlawan menetes di jembatan tersebut sehingga jembatan ini selamanya di cat dengan warna merah darah. Keran kejadian tragis itulah, jembatan ini dipercaya bisa membuat berantakan hubungan sepasang kekasih.
3. Candi Prambanan
Candi yang terkenal dengan nama Candi Roro Jonggrang ini memang paling terkenal dengan mitos cintanya, yaitu antara Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang. Roro Jonggrang meminta Bandung Bondowoso membangun seribu candi dalam semalam jika ingin meminangnya.
Bandung Bondowoso menyanggupi permintaan itu dan meminta bantuan jin untuk melancarkan aksinya. Roro Jonggrang sebenarnya tidak ingin menikahi Bandung Bondowoso karena Bandung Bondowoso telah membunuh ayahnya. Tidak disangka ternyata dalam waktu singkat Bandung Bondowoso telah menyelesaikan ratusan candi. Untuk menggagalkan aksi Bandung Bondowoso. Ia meyuruh dayang-dayangnya menumbuk padi dan para jin kabur karena mengira sudah pagi. Bandung tau kalau Roro Jonggrang menghianatinya kemudian mengutuk Roro Jonggrang menjadi pelengkap candi ke seribu. Ia juga mengutuk semua gadis yang membantu Roro Jonggrang akan menikah di usia lanjut. Nah karena legenda ini muncul mitos bahwa setiap pasangan kekasih yang datang ke Candi Prambanan akan putus.
4. Bukit Cinta, Rawa Pening
Bukit ini terletak di tepi Danau Rawa Pening, Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Semarang. Sebuah bukit kecil yang dipenuhi dengan pohon pinus dan kursi-kursi taman untuk bersantai, sambil menikmati sejuknya udara dan keindahan Rawa Pening. Bukit ini cocok untuk menghabiskan waktu senggang bersama kekasih, tapi tidak untuk pasangan yang belum sah. Karena ada mitos jika bukan pasangan sah maka hunbungannya akan berakhir.
5. Baturaden
Jika kita mencari tau makna dari ‘baturaden’ itu sendiri, maka kita akan langsung tau kenapa tempat ini terkenal dengan mitos putus cintanya.
Nama tempat ini diambil dari seorang anak bupati (Raden) yang ketahuan pacaran dengan anak pembantu (Batur). Karena hubungan mereka tidak disetujui, mereka berdua putus hubungan di sebuah hutan, yang kemudian dinamakan Baturaden.
Karenanya beredar mitos kalau pacaran di tempat ini bisa putus. Percaya atau tidak, biasanya dua minggu sesudah datang bersama pasangan ke Baturaden, kebanyakan dari mereka putus cinta. (Hikari/ensiklopediaindonesia.com) (foto: siethie.blogspot.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar