Jumat, 11 September 2015

KELEMBUTAN MENGALAHKAN SEGALANYA


Ini kisah yang disampaikan ayah saya waktu "ngaji" kitab Fathul Muin di pesantren dulu. Kisah ini berkaitan dengan tokoh besar dalam mazhab Syafii, yaitu Imam Ibn Hajar al-Haithami (w. 1566). Kisahnya seperti ini.
Konon Ibn Hajar memulai "ngaji" agak sedikit terlambat dari segi umur. Dia mengalami kesulitan waktu belajar ilmu-ilmu Islam pertama kali. Pada suatu titik, dia nyaris putus asa.
Dalam perjalanan pulang ke rumah dari tempat "ngaji", dia melewati kolam. Di sana ada air yang menetes. Di bawahnya ada batu besar. Pada batu itu ada cekungan yang tampaknya tercipta karena tetesan air yang berlangsung mungkin sudah puluhan tahun.

Melihat pemandangan itu, Ibn Hajar seperti mendapatkan " revelation", aha-moment, pengalaman pencerahan.
Dia tertegun dan berhenti beberapa lama di kolam itu. Dia berkata kepada dirinya sendiri, "Jika tetesan air yang kecil itu bisa menaklukkan batu, karena berlangsung lama sekali, kenapa aku harus putus asa ngaji. Pasti, jika sabar, pelan-pelan aku akan bisa menaklukkan ilmu dan menguasainya."
Setelah itu, Ibn Hajar kerja keras, belajar pelan-pelan. Walau dia memulai belajar dalam umur yang terlambat, akhirnya dia sukses menjadi ulama besar. Fatwa-fatwa Ibn Hajar menjadi salah satu rujukan penting dalam mazhab Syafii.
Kitab "Tuhfah al-Muhtaj" karya Ibn Hajar al-Haitahmi menjadi salah satu kitab penting di dalam mazhab Syafii juga. Kesabaran dan kelembutan bisa mengalahkan batu karang sekalipun. Kesabaran tampak seolah-olah lemah dan lembek. Tetapi ia bisa mengalahkan batu.
Sebab kesabaran membuat seseorang tahan berbuat sesuatu, pelan-pelan, dalam jangka yang lama. Perseverence.
Sementara kemarahan yang tampaknya kuat, superior, dan berkobar-kobar, akan cepat padam. Tidak tahan lama.

Source : fb Ulil Abshar-Abdalla.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar