SPEKTANEWS (Jakarta) Lama tidak terdengar kabar berita KH Hasyim Muzadi, tiba-tiba tokoh Islam dari NU (Nahdhatul Ulama) ini menyeruak dengan pidatonya yang cukup menggetarkan. Berbeda dengan Said Agil Siradj yang statement nya selalu menuai kontroversi, pidato Hasyim Muzadi yang tersebar di sosial media BBM ini diyakini sebagai statment dari seorang tokoh besar NU yang telah ditunggu-tunggu umat Islam Indonesia selama ini.
Minggu, 17 Agustus 2014
Jumat, 15 Agustus 2014
Kisah Keluarga Muslim Juru Kunci Makam Yesus Kristus
Salah satu keturunan juru kunci Gereja Makam Kudus—Holy Sepulchre—Adeeb Joudeh menjalankan kewajibannya dengan membuka pintu utama gereja di Yerusalem Timur tersebut. (Foto: ipsnews.net)
SATUHARAPAN.COM – Sudah ratusan tahun, klan Nusseibeh dan Joudeh menjadi juru kunci Gereja Holy Sepulchre—dipercaya sebagai kawasan Golgotha tempat penyaliban dan makam Yesus Kristus—Gereja Makam Kudus. Dua keluarga Muslim ini dianggap berkah karena dapat jadi penengah di tengah perselisihan banyak denominasi gereja yang mengelola petilasan di Yerusalem Timur tersebut.
Selasa, 12 Agustus 2014
Mengapa Rasulullah Sangat Sayang Terhadap Kucing
NABI Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, di kala Nabi hendak mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya.
Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.
Kamis, 07 Agustus 2014
JANGAN SALAH PAHAM, ISLAM=KUALITAS
Artikel ini, top markotop, 2 jempol untuk pak kyai...
Kualitas atau yang terbaik di sini sesuai dengan tinjauan semua segi dan zaman, termasuk logika dan estetika. Berangkat dari simpul sederhana inilah seharusnya kita memahami sosok pribadi tokoh-tokoh Islam mulai dari pribadi paling tinggi kualitasnya yakni Nabi Muhammad SAW –sebagaimana difirmankan Allah SWT: dalam diri Beliau itulah suri tauladan terbaik dan ditegaskan para sahabat bahwa Beliau itu berakhlaq Al Qur’an—dan tokoh-tokoh legendaris lainnya, juga teks-teks dalam Islam: Al Qur’an, hadits, dan ijma para salafus solihin. Jika tidak demikian, kemungkinan “salah paham” dalam mengapresiasi tokoh dan membaca arti teks tersebut menjadi sangat terbuka, sebagaimana akhir-akhir ini sering kita melihat gejala-gejalanya.
Laa khaula wa laa quwwata illaa billaahil ngaliyyil ngadziim.
Hayoo mana yang lebih tinggi nilainya, menjauhi larangannya atau menjalankan perintahnya?
Laa khaula wa laa quwwata illaa billaahil ngaliyyil ngadziim.
Laa khaula wa laa quwwata illaa billaahil ngaliyyil ngadziim.
Para muadzin sering melafalkan bacaan tersebut sebelum melantunkan adzan. Para kyai/ulama sering pula melafalkan sebelum menyampaikan ilmu. Tuan Guru Ahmad Zaini Ghani Martapura, misalnya. Hal ini menunjukkan betapa penting dan perlunya kita sering membaca lafal tersebut. Malah dalam sebuah riwayat, memperbanyak bacaan tersebut termasuk mempermudah rejeki.
Merujuk maknanya; Pertama, memang pada hakekatnya kita tak dapat terhindar / menyingkir / menjauh dari perbuatan maksiat tanpa pertolongan Allah. Padahal, hal
Kyai Alhamdulillah
Jangan Lupa kawan ucapkan Alhamdulillah untuk kondisi apapun...
Salah satu cerita Mas Achid yang paling sering penulis ingat, meskipun cerita itu beliau ungkapkan hampir sepuluh tahun yang lalu, adalah mengenai Kyai Alhamdulillah. Entah siapa nama asli kyai tersebut, tapi orang mengenal dan memanggilnya dengan sebutan Kyai Alhamdulillah. Ini karena beliau itu paling sering mengucapkan “Alhamdulillah”. Apa-apa bilang “Alhamdulillah”. Sedikit-sedikit mengucap “Alhamdulillah”. Berita baik disahut “Alhamdulillah”. Berita kurang baik tetap diucapi “Alhamdulillah”. Begitulah, kata Mas Achid, hari-hari kyai yang tinggal di Jawa Tengah itu dipenuhi dengan ungkapan “Alhamdulillah”, hingga beliau memperoleh gelar “Kyai Alhamdulillah”.
Langganan:
Postingan (Atom)

